10 Object Wisata di Kabupaten Buleleng Singaraja
Kabupaten Buleleng,
Singaraja, Bali memiliki potensi wisata yang tinggi. Namun sayang,
kawasan itu masih belum terlalu tergarap dan tereksplorasi. Buleleng
terletak di pesisir pantai utara Bali. Dari Denpasar, Buleleng dapat
dijangkau dengan kendaraan darat, waktu tempuhnya sekitar tiga jam.
Meski tersedia angkutan umum, wisatawan direkomendasikan menggunakan
kendaraan pribadi (sewa). Tarif sewa mobil antara Rp 250 ribu hingga Rp
450 ribu. Selain lebih nyaman, membawa kendaraan sendiri juga akan
memudahkan para traveller untuk berpindah lokasi wisata. Apalagi kini
belum ada transportasi umum yang menjangkau setiap lokasi.
Objek Wisata Buleleng:
Pantai Lovina:
Pantai ini berbeda dengan kebanyakan pantai di Bali. Pasirnya
kehitam-hitaman dengan ombak tenang. Cocok untuk menyelam atau
snorkeling. Paling menarik dari pantai ini adalah pengunjung dapat
melihat lumba-lumba di habitat aslinya. Pengunjung dapat menyewa perahu
untuk berlayar ke sekitar satu kilometer lepas pantai. Setiap pagi,
sekitar pukul 05.00 WITA, ratusan lumba-lumba berkumpul, menyelam dan
melompat ke udara. Sungguh pemandangan langka.
Pulau Menjangan:
Pulau tak berpenghuni ini terletak di sekitar 76 kilometer di sebelah
barat kota Singaraja. Dapat dijangkau dalam 30 menit dengan perahu boat
dari Labuhan Lalang. Sesuai namanya, pulau seluas 175 hektare ini
dulunya dihuni oleh menjangan. Namun kini populasinya kian sedikit,
paling hanya tinggal puluhan ekor saja. Pulau Menjangan adalah salah
satu spot menyelam terlengkap di Bali. Penyelam bisa menemukan berbagai
jenis ikan yang tidak biasa alias hanya bisa ditemukan di sejumlah
wilayah di dunia.
Kebun Anggur:
Kabupaten Buleleng terkenal dengan agrowisata kebun anggur yang bisa
ditemui di kawasan Banjar-Seririt. Salah satunya yang paling tersohor,
Kebun Anggur Indico. Selain memetik dan membeli buah anggur segar,
pengunjung juga bisa mencicipi wine lokal. Konon, Indico penghasil wine
yang nikmat. Anda tidak dikenai biaya untuk melihat kebun, masuk ke
pabrik dan melihat proses pembuatan wine. Namun jika ingin mencicipi
atau membawa pulang, wajib membayar dong.
Nugraha Lovina Bay Resort Hotel:
Hotel bintang tiga ini terletak di Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar,
Kabupaten Buleleng, Singaraja. Tepat di pinggir Pantai Lovina. Ada kolam
renang besar dan tempat relaksasi nyaman untuk pengunjung. Hanya perlu
lima menit naik perahu boat untuk melihat terumbu karang. Tarif menginap
lumayan mahal yakni sekitar Rp 500 ribuan per malam. Kekurangan hotel
ini adalah lokasinya yang dekat dengan jalan utama sehingga cukup
bising.
Sunari Villas & Spa Resort:
Hotel ini juga berada di kawasan Pantai Lovina. Cocok untuk mencari
suasana tenang meski hanya berjemur di kolam renang. Para pengunjung
menyukai pelayanan para staf hotel yang ramah. Taman hotel pun tertata
dengan cantik. Namun makan pagi di hotel ini disebut kurang bervariasi
alias itu-itu saja. Meski begitu harga makanan di hotel ini relatif
murah dan rasanya enak. Tarif menginap di hotel ini mulai Rp 500 ribuan,
jika anda memesan melalui situs booking hotel di internet.
Bagus Homestay Pemuteran:
Jika ingin menginap di rumah yang bagus nan murah, Anda bisa mencari
tempat ini. Letaknya di Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Singaraja.
Tarifnya mulai Rp 200 ribuan. Hotel kecil, tetapi pelayanannya bagus.
Stafnya ramah dan siap membantu. Kamarnya juga bersih, nyaman ditinggali
bahkan saat Anda membawa sang buah hati. Ada kolam renang kecil. Karena
lokasinya yang rada ‘terpencil’, tempat ini cocok jadi penginapan untuk
beristirahat atau menyepi.
Warung Makan Tut Peny:
Makanan paling terkenal di warung makan ini belayag dan nasi campur
Bali. Semacam ketupat yang bentuknya seperti tanduk (terompet).
Disajikan bersama lauk ayam suwir, kacang mentik goreng, disiram
kuah gurih berasa kaldu ayam. Santan encer dan bumbu dicampur parutan
kelapa bikin makin gurih. Cocok jadi tempat sarapan sebelum berwisata.
Warung makan ini dapat ditemui di Jalan Polo Natuna 1 Panarukan,
Singaraja.
Warung Bambu Pemaron:
Tempat makan yang satu ini bisa ditemukan di kawasan Pemaron, Buleleng,
Singaraja. Pemiliknya yang asal Jerman menggunakan cara Balinese
rijsttafel. Aslinya, rijsttafel adalah cara penyajian masakan Jawa dan
Sumatera. Namun di warung ini, penyajian akan dikombinasikan dengan
tradisi Bali. Sajian ini merupakan bentuk lain dari megibung yang lebih
tradisional. Paling diminati ikan sere, ayam ketumbar, sambal bongkot,
telur tingkih, kare pusuh, sate lilit ikan, dan uraban.
Warung Rujak Bi Bonjol:
Ingin yang pedas? Silakan datang ke Warung Rujak Bi Bonjo di Jalan
Surapati, Kampung Tinggi, Singaraja. Warungnya sederhana, tapi
hidangannya spesial. Warung ini selalu dipenuhi pengunjung. Untuk
mencicipi rujak banji yang nikmat, pengunjung rela mengantre. Favorit
lainnya tipat santok, semacam ketupat dengan taoge, tahu, dan sambal
kacang. Gurih, nikmat, dan tentu saja, pedas! (KEN /YOG)
Objek Wisata Menarik Lainnya:
-
Objek Wisata di Hanoi
-
10 World’s Highest Waterfall
-
Objek Wisata Di Indonesia