| Kamis, 01 November 2012 11:17 |
|
TELANAIPURA – Piutang pajak Pemkot Jambi dari
tangan pengusaha masih tinggi. Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI,
terdapat Piutang Pajak Pemkot Jambi pada 2011 sebesar Rp 21 miliar yang
belum tertagih. Akibatnya, potensi penerimaan Kota Jambi dari sektor
pajak senilai Rp 21 miliar hilang.
Tunggakan pajak tersebut bersumber dari pajak
reklame, hotel, restoran/rumah makan, parkir, dan pajak hiburan.
Penyumbang tunggakan terbesar adalah Pajak Penerangan Jalan sebesar Rp 2
miliar, disusul pajak reklame Rp 1,5 miliar, pajak restoran Rp 779
juta, pajak hiburan Rp 265 juta, pajak hotel Rp 107 juta, pajak sewa
tanah Rp 3,7 juta, dan piutang pajak galian golongan C Rp 17 juta. Ada
juga Rp 4,7 miliar piutang pajak yang tidak dapat ditagih, dengan alasan
wajib pajak, usaha mereka telah tutup.
Hal ini
dikatakan Direktur Setnas FITRA Ucok Sky Khadafi, dalam seminar
Pencegahan Korupsi Melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik dan
Pengelolaan APBD Kota Jambi, yang diinisiasi Komisi Pemberantasan
Korupsi (KPK) RI di aula Rumah Dinas Wali Kota Jambi, kemarin (31/10).
Selain
Ucok, tampil sebagai pembicara yaitu Arif Kuncoro dari KPK, Hayie
Muhammad dari Indonesia Police Watch (IPW), dan Muhammad Khoirul Anwar,
anggota Ombudsman RI. Ucok mengatakan, dengan tunggakan pajak yang
tinggi dan selalu menjadi temuan BPK, ini membuktikan lemahnya kemampuan
pengelolaan pajak di Kota Jambi. Menurutnya, ini menunjukkan lambannya
tindakan dari pemerintah kota menyikapinya.
“Padahal,
pajak merupakan salah sektor primadona PAD bagi kota Jambi, yang dapat
mendukung kemajuan pembangunan kota,” katanya. Menurutnya, persoalan ini
mesti ditangani serius pemerintah. Dinas yang memberikan izin usaha
dengan Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota harus berkomunikasi, agar
tidak terjadi piutang pajak di kemudian hari.
“Izin
usaha hiburan yang dikelola oleh dinas terkait misalkan pariwisata, tak
seharusnya dinas memberikan izin operasionalnya, jika perusahaan yang
dulu belum membayar pajak,” katanya. Dinas Pendapatan juga harus
berkoordinasi dengan dinas yang mengeluarkan izin usaha. Ia mengatakan,
menumpuknya piutang pajak menunjukkan lemahnya sistem penagihan dan
penegakan hukum. Akibatnya, wajib pajak seenaknya tidak membayar
kewajiban. Salah satu pemicu piutang pajak membengkak adalah
pemerintah belum optimal menarik pajak jalan dan reklame. “Sebenarnya
itu tidak perlu terjadi apabila ada ketegasan dari pemerintah,”
katanya.
Ucok melanjutkan, penerimaan daerah
dari sektor pajak rawan dikorupsi. Makanya, ia meminta semua pihak
intens melakukan pengawasan. Ia mencontohkan, penerimaan pajak di tiga
hotel bintang empat di Kota Jambi. Menurutnya, penerimaan pajak dari
tiga hotel itu per harinya Rp 1 juta. “Dengan kondisi Jambi yang kian
pesat dan pengunjung yang cukup besar, tidak mungkin penerimaan pajak
dari hotel bintang empat cuma segitu. Saya tidak yakin. Ini pasti lebih
dari itu,” ujarnya.
Sekda Kota Jambi Daru
Pramono, mengakui masih banyak piutang pajak yang belum tertagih di
tahun anggaran 2011. Ia hanya menjawab diplomatis, dengan berjanji di
tahun 2012 akan diupayakan tidak ada lagi pajak yang belum tertagih.
Menurutnya, dengan banyaknya tunggakan pajak yang belum tertagih, Pemkot
selain akan menyampaikan surat pemberitahuan kepada DPRD juga akan
meningkatkan kinerja Unit Pelaksana Teknis (UPT) untuk melakukan
penagihan terhadap wajib pajak.
Dia berharap,
hal tersebut dapat tercapai dengan baik tahun ini. “Pokoknya, secepat
mungkin akan kita tagih,” katanya. Sementara, Fikri Aziz dari LSM
Somasi, mengatakan adanya tunggakan pajak itu menunjukkan belum
maksimalnya kinerja Pemkot Jambi. Untuk itu, lanjutnya, guna menagih
wajib pajak yang sulit tertagih, ia mengusulkan agar pemkot melakukan
kerja sama dengan kepolisian. “Jangan dengan pengusaha lembek tapi
dengan masyarakat tegas. Gandeng aparat kalau perlu,” tegasnya.
Sementara
itu, Wali Kota Jambi Bambang Priyanto, akan menindaklanjuti temuan
tersebut terhadap SKPD bawahannya. “Apa yang jadi temuan KPK tadi akan
segera kita tindak lanjuti dengan pengecekan langsung,” katanya.
|
SEMOGA KITA SEMUA BERTAMBAH KEIMANAN DALAM MENGHADAPAI PERUBAHAN YANG TERUS TERJADI DENGAN MENINGKATKAN KETAKWAAN MELALUI SABAR. SABAR MENJADI PENTING BAGI SEBUAH NEGERI YANG SAAT INI SEOLAH TAK HENTI DI RUNDUNG BENCANA DENGAN SABAR MELAWAN MAKSIAT, SABAR MENERIMA COBAAN DAN SABAR BERIBADAH INSYA ALLAH AKAN SEMAKIN MENINGKATKAN KEIMANAN
GAMBAR PRIBADIKU
email : waransyah66@gmail.com
Jumat, 02 November 2012
KEMANA PERGI PAJAK INI ANDA YANG MENILAI?
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar