GAMBAR PRIBADIKU

GAMBAR PRIBADIKU
email : waransyah66@gmail.com

Selasa, 30 Oktober 2012

TAKKAN KUBIARKAN INI TERUS TERJADI



Air Bersubsidi Berkualitas Buruk

TUNGKAL - SUNTIKAN air bersubsidi sebesar Rp 8.000 per kubik ternyata masih belum mampu memperbaiki kualitas air PDAM Tirta Pengabuan, Kualatungkal.
Kualitas air PDAM yang tak memuaskan konsumen saat ini membuat sejumlah elemen masyarakat mendesak PDAM Tirta Pengabuan untuk mengganti rugi pelanggan.
Pasalnya, sudah sejak dua pekan, air produksi PDAM terasa asin, terutama pelanggan yang dialiri dari reservoar Parit Panting. Pantauan dilapangan kemarin (10/10), meski air sudah mulai bening, tapi rasa asin masih terasa melekat. Beberapa pelanggan ketika dikonfirmasi, masih mengeluhkan kurang memuaskannya air dari PDAM Tirta Pengabuan tersebut.
Roy, salah satu pelanggan PDAM warga Lorong Budiman, Kelurahan Sriwijaya, mengaku aliran air PDAM di rumahnya dan warga sekitar terasa asin. “Jangankan untuk sikat gigi, untuk mandi pun terasa kesat di badan,” cetusnya.
Bukan hanya warga lorong Budiman mengeluh, hal serupa juga dikeluhkan salah satu warga jalan Sri Soedewi. Dikatakan warga, air yang dialirkan PDAM di rumahnya juga terasa Asin. “Ini sudah berlangsung lebih dari dua minggu, belum juga ada perbaikan dari PDAM. Masa kita tiap hari harus mandi dengan air asin,” keluhnya dengan nada kesal.
Terkait banyaknya keluhan warga, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Kabupaten Tanjabbar, mengatakan, perlakuan PDAM Tirta Pengabuan sudah merugikan pelanggannya selaku konsumen.
“Jelas-jelas ini merugikan konsumen. Karena itu besok (hari ini), kami akan mensomasi PDAM. Kalau perlu kita minta untuk membayar ganti rugi ke pelanggan," kata Dedek Kurniawan, Ketua YLKI Tanjabbar.
Dan bahkan, YLKI akan melakukan somasi yang diteruskan ke tim Pengawasan Barang dan Jasa Tanjabbar. Karena, PDAM dalam hal ini sudah melanggar Pasal 8 UU No 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
“Sanksi pidana diatur pasal 60 ayat 1 dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara atau denda maksimal Rp 2 miliar,” tegasnya.
Dedek menambahkan, YLKI akan mendesak PDAM melakukan tiga hal, yaitu permintaan maaf ke konsumen karena pelayanan yang tidak baik. Kemudian melakukan perbaikan jaringan jika rusak. “Ketiga, PDAM juga wajib ganti rugi ke konsumen yang sudah dirugikan. Minimal retribusi pembayaran rekening,” tukasnya.
Terpisah, Asisten II Setda Tanjabbar Muklis selaku pembina PDAM mengakui langkah yang diambil pelanggan PDAM dan YLKI sudah tepat. “Ya, kalau pelanggan memang merasa dirugikan, saya pikir itu hak konsumen. Karena mestinya memang kepada konsumen diberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Dan bahkan, pihaknya berencana akan memanggil Ddirektur PDAM tersebut. “Besok (hari ini) kita akan panggil Dirut PDAM untuk meminta penjelasan dengan pihak PDAM terkait masalah ini,” imbuhnya.
Lebih lanjut, kata dia asinnya air PDAM merupakan akibat dari adanya kebocoran pipa distribusi PDAM kepada masyarakat, sehingga bercampur dengan air asin.
“Nanti kita usahakan mencarikan solusinya. Ini agar tahu dimana letak kebocoran pipa itu, supaya bisa ditangani dengan baik dan konsumen bisa mendapatkan haknya,” tandas Muklis.

KUALA TUNGKAL KAMPUNG HALAMAN TERCINTAKU

Budaya Melayu Kuala Tungkal

Sebelumnya telah disebutkan bahwa keeratan hubungan budaya Melayu di Indonesia tidak terlepas dari ditemukannya bukti-bukti sejarah berupa dokumen-dokumen ekspedisi dalam bahasa Cina maupun dokumen perjalanan bangsa India. Selain itu juga ditemukannya prasasti Kedukan Bukit di wilayah Jambi yang beriwayat tahun 682 M. Budaya Melayu dan peninggalannya di Kuala Tungkal Jambi seolah mencerminkan secara pasti bahwa Suku Melayu dan asal muasalnya secara konsepsi, kedekatan dan keeratan ini berasal dari bahasa awal istilah atau kata 'Melayu' berasal dari istilah yang digunakan oleh masyarakat kerajaan kuno di daerah ini.

Permasalahan tentang etimologi nama Melayu ternyata tidak begitu saja selesai duduk perkaranya setelah kita meninjau sisi historis dari eksistensi Kerajaan Melayu di Jambi ini. Sejarah Dan Budaya Melayu Dalam Perjalanan Awalnya hingga kini masih memunculkan kontroversi yang justru boleh jadi semakin menghangat ketika kita mencermati lebih dalam lagi, terutama seputar isu di mana pusat Kerajaan Melayu Jambi ini sebenarnya berada. Pada dasarnya, hal ini berkaitan dengan hipotesis yang menyatakan terdapatnya unsur India dalam nama Melayu.

Beberapa naskah kuno mengacu Melayu dengan kata "Malaiyur". Kata "Malaya" atau "Malai" itu sendiri ternyata memiliki arti dalam bahasa Sanskrit dan Tamil, yaitu "bukit", sementara "ur" sendiri dalam Bahasa Tamil berarti "kota". Oleh karena itu, transliterasi "Malaiyur" tidak lain kurang lebih berarti "kota di bukit". Hipotesis ini diperkuat oleh adanya prasasti Chola Tanjore (1030-31 M) dan prasasti Padang Rocore (1286 M) yang menyatakan bahwa Kerajaan Melayu berpusat di wilayah yang dibentengi perbukitan.

Apabila kita mencoba mencermati hipotesis "kota di bukit" ini dengan menilik kondisi geografis Jambi yang sebagian besar merupakan dataran rendah, mungkin di sinilah letak kejanggalannya. Kejanggalan ini dijadikan argumentasi untuk memfalsifikasi/membantah Jambi sebagai letak Kerajaan Melayu terawal, terutama oleh pihak dari Malaysia demi memvalidasi/membenarkan Semenanjung Malaya sebagai cikal-bakal peradaban Melayu. Alih-alih Jambi yang dinilai terlalu datar, mereka mengajukan beberapa wilayah di Semenanjung Malaya yang dinilai lebih berbukit-bukit.

Namun sepertinya ini terlalu dipaksakan dan mengabaikan informasi historis dari naskah-naskah kuno yang ada yang notabene merujuk Sumatera sebagai awal peradaban Melayu. Mengenai Budaya Melayu dan awal konsep popularitasnya di dunia luar ternyata memiliki pengaruh tersendiri terhadap kebenarannya. Selain itu, bila saja kita mau jeli mencermati wilayah geografis Jambi secara lebih menyeluruh, kita akan menemukan daerah perbukitan di pedalamannya, lebih ke arah hulu Sungai Batang Hari. Adapun, ahli sejarah Indonesia, Prof. Slamet Muljana mengajukan hipotesis bahwa wilayah Muara Tebo yang lebih berbukit-bukit di Jambi, yang dulunya bernama "Minanga Tamwa" sesuai prasasti Kedukan Bukit, merupakan pusat Kerajaan Melayu, bukan justru dekat kota Jambi di muara Sungai Batang Hari

inisial anggota dewan pemeras

INILAH.COM, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar Setya Novanto menegaskan, munculnya inisial nama-nama oknum anggota DPR yang sering memeras Kementerian BUMN belum bisa dijadikan acuan.

Nama-nama itu harus dikonfirmasi kembali sebelum dipublikasi. Sebab, jika tidak nantinya akan merusak hubungan DPR dan Kementerian BUMN.

"Sebaiknya diteliti, dicek sejelas-jelasnya yang menyampaikan," ujar Setya Novanto di sela acara Rapimnas ke IV Partai Golkar, di Jakarta, Selasa (30/10/2012).

Menurut dia, beredarnya beberapa nama yang diduga sebagai oknum anggota DPR pemeras Kementerian BUMN belum bisa dipastikan karena belum ada bukti terkait hal itu. Bahkan, munculnya nama-nama tersebut ditenggarai adanya muatan politik jelang 2014. "Penyebutan nama-nama itu belum tentu benar. Sekarang politik semakin membesar," tuturnya.

Novanto menambahkan, selama ini DPR telah bekerja secara profesional dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap BUMN. Sehingga jika memang benar ada oknum yang memeras BUMN lewat alokasi anggaran, maka hal itu bisa dikomunikasikan dengan DPR agar tidak menjadi fitnah. "Sebaiknya dibangun komunikasi yang baik," tandasnya.

Sebelumnya, beredar nama-nama oknum anggota DPR yang diduga memeras Kementerian BUMN lewat alokasi anggaran. [yeh]
Berikut adalah inisial-inisial oknum anggota DPR dimaksud;
- AK, IM, SN, NW, BS (Golkar)
- PM, EV, CK (PDIP)
- AR, IR, SUR (PKS)
- FA (HANURA)
- ALM, NAS, (PAN)
- JA, SG, MJ (PD)
- MUZ (Gerindra)

Senin, 29 Oktober 2012



Oleh: Ryandy Dwian Suchendar

KOMPAS.com "Kami, putra-putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, Bahasa Indonesia...."

Secara sosiologis, bahasa Indonesia lahir dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Hingga kini, kosakata bahasa Indonesia kian bertambah melalui serapan bahasa asing dan daerah. Bahasa Indonesia yang merupakan salah satu dialek bahasa Melayu sebelumnya telah dikenal oleh banyak negara asing melalui perannya sebagai lingua franca pada abad ke-14.

Tak sedikit negara yang tertarik mendalami bahasa Indonesia. Di tahun 2009 saja disebutkan setidaknya ada 45 negara telah membuka pengajaran bahasa Indonesia di seluruh dunia (Kompas.com, 29 Oktober 2009). Di dalam negeri, program Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) tersebar di berbagai universitas di Indonesia. Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI) adalah salah satu universitas yang menyediakan BIPA. Sebagian besar mahasiswa asing di BIPA FIB UI berasal dari Korea Selatan.

"Kalau belajar bahasa Indonesia, ada kesempatan kerja. Bisa jadi manajer," ujar Kim Tae Gu saat diwawancarai tim media komunikasi Cangkir Ikatan Keluarga Sastra Indonesia U, Juni 2012. Kim Tae Gu adalah salah satu mahasiswa asal Korea Selatan yang telah menempuh tiga semester di program studi Sastra Indonesia UI. Banyaknya kerja sama yang dilakukan Indonesia dengan negara lain di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, dan budaya membuat warga negara asing berlomba-lomba belajar bahasa Indonesia sehingga komunikasi menjadi lebih lancar.

Antusiasme bangsa asing untuk mempelajari bahasa Indonesia sangat besar. Lantas, bagaimana dengan generasi penerus bangsa ini? Apakah generasi muda Indonesia juga memiliki antusiasme yang besar dalam memahami dan meresapi pentingnya bahasa Indonesia sebagai jati diri dan identitas bangsa Indonesia?

Dengan bertambahnya intensitas pelajar asing dalam belajar bahasa Indonesia, kita harus bangga bahwa bahasa kita diminati oleh bangsa asing. Namun, semangat ini tampaknya tidak tecermin di kalangan generasi muda.

Mei 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) menyatakan 7.000 siswa SMA tidak lulus ujian nasional (UN) karena mata pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia (Kompas.com, 25 Mei 2012). Bahasa Indonesia seakan-akan dianggap sebagai bahasa yang sulit dipelajari. Pihak kementerian harus membuat solusi supaya mata ajar Bahasa Indonesia menjadi mata ajar yang mudah dipahami.

Selain itu, dalam keseharian, masih sering kita jumpai penggunaan kosakata bahasa alay yang berkembang luas di masyarakat, khususnya remaja. Bahasa alay atau bahasa Indonesia nonformal, yang sering digunakan saat mengirim pesan singkat (SMS), boleh saja digunakan asal sesuai konteks pembicaraan, seperti pergaulan remaja. Jika sudah masuk dalam ranah dunia akademis, seperti dalam sekolah, perkuliahan, seminar, dan rapat, bahasa tersebut harus dihindari dan diganti dengan bahasa formal.

Pelestarian bahasa Indonesia juga tak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah pusat bersama Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Indonesia. Namun, ini menjadi tanggung jawab masyarakat, mulai dari mahasiswa, guru, pegawai kantoran, sampai pewarta berita di stasiun televisi.

Di kalangan mahasiswa, banyak diadakan acara-acara kebahasaan untuk memperingati bulan bahasa. Biasanya acara kebahasaan diadakan oleh mahasiswa program studi Indonesia. Contohnya adalah Ikatan Keluarga Sastra Indonesia UI yang mengadakan Festival Bulan Bahasa Indonesia (Falasido), 29-30 Oktober ini.

Kita sebagai pemilik, penerus, dan pengguna bahasa Indonesia justru seharusnya lebih cekatan dalam menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar. Mari kita semarakkan bulan bahasa dengan mengingat lagi perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut kemerdekaan dan menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional.

Jaya negeriku, jaya bahasaku, jaya bahasa Indonesia!

MARAKNYA AYAM KAMPUS

KARTA, KOMPAS.com — Sebagai kota yang dikenal dengan sebutan Kota Pelajar, Yogyakarta pun tak bisa lepas dari persoalan lain yang terkait dengan banyaknya pelajar rantau di sana. Salah satunya adalah bisnis prostitusi yang dilakukan oleh para mahasiswi di sana dengan berbagai latar belakang dan alasan. 

"Ayam kampus", adalah sebutan umum bagi para mahasiswi yang tak hanya belajar di kampus, tetapi juga menjajakan dirinya menjadi pekerja seks komersial (PSK) terselubung. Umumnya, himpitan masalah bagi para mahasiswi yang merantau atau latar belakang keluarga yang broken home menjadi alasan awal bagi mereka untuk kemudian terjun ke dalam pelacuran.
Orang-orang tidak akan menduga kami ini ayam kampus. Pokoknya sulit dibedakan kalau belum pernah "pakai".
Setidaknya, kesaksian itulah yang diperoleh Kompas.com saat menemui "MY" dan tiga rekan mahasiswi "seprofesi" lainnya.  Gadis berusia 22 tahun itu mengaku terjun ke praktik "esek-esek" akibat tekanan biaya hidup. Keempat "ayam kampus" mengaku mengalami kesulitan finansial untuk hidup dan sekolah di Yogya.

Berbeda lagi pengakuan "BG", mahasiswi sebuah universitas swasta di Yogyakarta. Ia memilih profesi "ayam kampus" lebih karena tuntutan pergaulan yang highclass. "Waktu itu utang saya ke teman-teman untuk hura-hura di klub malam cukup banyak. Jadi, waktu seorang teman menawari untuk melayani om-om, ya saya terima saja. Hasilnya sih lumayan dan keterusan deh sampai sekarang," ungkap BG yang ditemui di sebuah kafe di Yogya belum lama ini.

Jika dibandingkan dengan PSK di lokalisasi, keberadaan mahasiswi yang berfungsi ganda ini lebih sulit dilacak keberadaannya. Saat diperhatikan, penampilan dan keseharian mereka di kampus terlihat sama dengan mahasiswi-mahasiswi lainnya. "Orang-orang tidak akan menduga kami ini 'ayam kampus'. Pokoknya sulit dibedakan kalau belum pernah 'pakai'," papar perempuan ini sambil tersenyum.

Fenomena ayam kampus kelihatannya tak akan pernah hilang dari Yogyakarta. Predikat Kota Pelajar bagaikan pisau bermata dua. Pada satu sisi, Kota Pelajar menjadi tempat tujuan orang dari daerah mana pun untuk belajar, namun di sisi lain segala permasalahan yang menyertainya, termasuk fenomena "ayam kampus" akan ikut mewarnai Yogyakarta.

disimpan untuk dipelajari

Manusia Setengah Kucing http://wanasedaju.blogspot.com/0Share

Saat Anggota DPR ‘Dihajar’ di Indonesia Lawyer Club

HL | 11 September 2012 | 22:07 Dibaca: 2316   Komentar: 17   3 menarik
INDONESIA Lawyer Club yang memiliki durasi ala pertandingan sepakbola, mungkin menjadi tayangan favorit bagi kita. Meski tidak setiap minggu menyaksikan, tapi astik juga lihat orang-orang berkapabel ini ‘gontok-gontokan’. Tapi Ruhut Sitompul dan Faizal Akbar (Akbar Faizal) adalah beberapa undangan yang kerap diundang dan mau menghadiri. Dari sini saja kita bisa memberi mereka apresiasi besar. Maksudnya, anggota DPR ‘mana lagi’ yang mau hadir ke tayangan yang ‘bombastis’ itu.

WARISAN LELUHUR INDONESIA



"Bungong Jeumpa"

D.I. Aceh

bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di aceh …
bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina
bungong jeumpa, bungong jeumpa meugah di aceh …
bungong teuleubeh-teuleubeh indah lagoina

puteh kuneng , meujampu mirah
bungong si ulah indah lagoina
puteh kuneng , meujampu mirah
bungong si ulah indah lagoina

lam sinar buleun, lam sinar buleun angen peu ayon ..
duroh meususon , meususon yang mala mala
mangat that mubee , meunyo tatem com
leumpah that harom si bungong jeuma
mangat that mubee , meunyo tatem com
leumpah that harom si bungong jeuma








Lirik Lagu "Buah Bolok"
(Lagu Daerah Kutai - Kaltim)

Buah bolok kuranji papan
Dimakan mabok dibuang sayang
Busu embok etam kumpulkan
Rumah-rumah jabok etam lestarikan

Buah salak muda diperam
Dimakan kelat dibuang sayang
Spupu dengsanak etam kumpulkan
Untuk menyambut wisatawan

Buah terong digangan nyaman
Jukut blanak tolong panggangkan
Musium Tenggarong Mulawarman
yok dengsanak etam kenangahkan

Buah bolok kuranji papan
Dimakan mabok dibuang sayang
Keroan kanak sekampongan
Etam begantar bejepenan

Cipt. KAWAL

 

 

 



Anging mammiri'

Lagu Makassar

Anging mammiri' kupasang
pitujui tontonganna
tusarroa takkaluppa

e aule namangu'rangi
tutenaya
tutenaya
pa'risi'na

e aule namangu'rangi
tutenaya
tutenaya
pa'risi'na

battumi anging mammiri'
anging ngerang dinging-dinging
namalantasa' ribuku

e aule mangerang nakku'
malo'lorang
malo'lorang
je'ne' mata

e aule mangerang nakku'
malo'lorang
malo'lorang
je'ne' mata
MANUK DADALI
Jawa Barat
Mesat ngapung luhur jauh di awang-awang
Meberkeun jangjangna bangun taya karingrang
Kukuna ranggoas reujeung pamatukna ngeluk
Ngapak mega bari hiberna tarik nyuruwuk

Saha anu bisa nyusul kana tandangna
Tandang jeung pertentang taya bandingannana
Dipikagimir dipikaserab ku sasama
Taya karempan kasieun leber wawanenna

Refrain :
Manuk dadali manuk panggagahna
Perlambang sakti Indonesia Jaya
Manuk dadali pangkakoncarana
Resep ngahiji rukun sakabehna

Hirup sauyunan tara pahiri-hiri
Silih pikanyaah teu inggis bela pati
Manuk dadali ngandung siloka sinatria
Keur sakumna Bangsa di Nagara Indonesia

Bungo Cinto
Sumatera Barat
Kasiah tacurah nan Uda tanam lah den sirami
Putiak babuah kini lah kambang si bungo cinto
Batahun denai Uda tinggakan di dalam janji
Harok jo cameh denai nantikan masonyo tibo
Reff:
Den pupuak cinto laia batin den Uda sayang
Kambanglah bungo, Uda pasuntiang nan lain juo
Salam jo do’a denai kirimkan jo putiah hati
Bungo cinto den kini lah layua sabalun kambang

Ciptaan Syahrul Tarun Yusuf,








Tapisah
Ambon

Supaleng lama paskali ale kastinggal beta sandiri
kastinggal beta sandiri deng cinta yang se kasih nyong'e ....

Seng pernah se kasih kabar seng pernah se kirim pasang
mangapa sio mangapa nyong se bagitu sio nyong'e ...

Bukan Beta mau sangaja par biking se pung aer mata tumpah
tapi beta harap nona se sabar jangan susah hati

Oh Sombayang par Tuhan saja Minta TUhan jaga katorang
deng cinta yang sulama katorang bina - sio sayang eee

Cuma Satu saja nyong ee Cuma Satu cinta beta par ale ....
Ohh memang hati katong satu saling sayang saling cinta nona eeee

Biar lama katorang pisah tapi Tuhan salalu jaga
Ale sabar beta sabar  Pasti Bahagia

Sioh Nona ehh ... Bukan Beta mau sangaja
par biking se pung aer mata tumpah tapi beta harap nona se sabar
jangan susah hati

Oh Sombayang par Tuhan saja Minta TUhan jaga katorang
deng cinta yang sulama katorang bina - sio sayang eee

Cuma Satu saja nyong ee Cuma Satu cinta beta par ale ....
Ohh memang hati katong satu saling sayang saling cinta nona ee

Biar lama katorang pisah tapi Tuhan salalu jaga
Ale sabar beta sabar  Pasti Bahagia 2x

Sio nona e, Sio nyong e 2x

Cipt Anthony B.T.

Ampar Ampar Pisang - Provinsi Kalimantan Selatan

Pencipta / Pengarang Lagu dan Lirik : Hamiedan AC

Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari

Mangga lepak mangga lepok
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan
Patah kayu bengkok
Bengkok dimakan api
apinya canculupan

Jari kaki sintak dahuluakan masak
Ampar ampar pisang
Pisangku balum masak
Masak sabigi dihurung bari-bari
Masak sabigi dihurung bari-bari

Mangga ricak mangga ricak
Patah kayu bengkok
Tanduk sapi tanduk sapi kulibir bawang
Nang mana batis kutung dikitip bidawang
Gundul Pacul - Provinsi Jawa Tengah
Pencipta / Pengarang Lagu dan Lirik :
R.C. Hardjosubroto
Gundul gundul pacul cul gelelengan
Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan
Wakul ngglimpang segane dadi dak ratan
Wakul ngglimpang segane dadi sak rattan











Jail-Jali
DKI. jakarta
ini dia si jali-jali
lagunya enak lagunya enak merdu sekali
capek sedikit tidak perduli sayang
asalkan tuan asalkan tuan senang di hati
palinglah enak si mangga udang
hei sayang disayang pohonnya tinggi pohonnya tinggi buahnya jarang
palinglah enak si orang bujang sayang
kemana pergi kemana pergi tiada yang m'larang
disana gunung disini gunung
hei sayang disayang ditengah tengah ditengah tengah kembang melati
disana bingung disini bingung sayang
samalah sama samalah sama menaruh hati
jalilah jali dari cikini sayang
jali-jali dari cikini jalilah jali sampai disini
cipt.. Benyamin Sueb





BUTET
SUMATERA UTARA
Butet dipangungsian do apangmu ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
Damargurilla damardarurat ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
Butet sotung ngolngolan ro hamuna ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
Pai ma tona manang surat ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
Butet tibo do mulak au apangmu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
Masunta ingkon saut do talu ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
Butet haru patibu ma magodang ale butet
Asa adong da palang merah ale butet
Da palang merah ni negara ale butet
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
I doge doge doge (hi) dai doge (hi) doge (hi) doge
Cipt. Ucok dan butet