INILAH.COM, Jakarta - Ketua Fraksi Partai Golkar Setya
Novanto menegaskan, munculnya inisial nama-nama oknum anggota DPR yang
sering memeras Kementerian BUMN belum bisa dijadikan acuan.
Nama-nama itu harus dikonfirmasi kembali sebelum dipublikasi. Sebab, jika tidak nantinya akan merusak hubungan DPR dan Kementerian BUMN.
"Sebaiknya diteliti, dicek sejelas-jelasnya yang menyampaikan," ujar Setya Novanto di sela acara Rapimnas ke IV Partai Golkar, di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Menurut dia, beredarnya beberapa nama yang diduga sebagai oknum anggota DPR pemeras Kementerian BUMN belum bisa dipastikan karena belum ada bukti terkait hal itu. Bahkan, munculnya nama-nama tersebut ditenggarai adanya muatan politik jelang 2014. "Penyebutan nama-nama itu belum tentu benar. Sekarang politik semakin membesar," tuturnya.
Novanto menambahkan, selama ini DPR telah bekerja secara profesional dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap BUMN. Sehingga jika memang benar ada oknum yang memeras BUMN lewat alokasi anggaran, maka hal itu bisa dikomunikasikan dengan DPR agar tidak menjadi fitnah. "Sebaiknya dibangun komunikasi yang baik," tandasnya.
Sebelumnya, beredar nama-nama oknum anggota DPR yang diduga memeras Kementerian BUMN lewat alokasi anggaran. [yeh]
Berikut adalah inisial-inisial oknum anggota DPR dimaksud;
- AK, IM, SN, NW, BS (Golkar)
- PM, EV, CK (PDIP)
- AR, IR, SUR (PKS)
- FA (HANURA)
- ALM, NAS, (PAN)
- JA, SG, MJ (PD)
- MUZ (Gerindra)
Nama-nama itu harus dikonfirmasi kembali sebelum dipublikasi. Sebab, jika tidak nantinya akan merusak hubungan DPR dan Kementerian BUMN.
"Sebaiknya diteliti, dicek sejelas-jelasnya yang menyampaikan," ujar Setya Novanto di sela acara Rapimnas ke IV Partai Golkar, di Jakarta, Selasa (30/10/2012).
Menurut dia, beredarnya beberapa nama yang diduga sebagai oknum anggota DPR pemeras Kementerian BUMN belum bisa dipastikan karena belum ada bukti terkait hal itu. Bahkan, munculnya nama-nama tersebut ditenggarai adanya muatan politik jelang 2014. "Penyebutan nama-nama itu belum tentu benar. Sekarang politik semakin membesar," tuturnya.
Novanto menambahkan, selama ini DPR telah bekerja secara profesional dan menjalankan fungsi pengawasan terhadap BUMN. Sehingga jika memang benar ada oknum yang memeras BUMN lewat alokasi anggaran, maka hal itu bisa dikomunikasikan dengan DPR agar tidak menjadi fitnah. "Sebaiknya dibangun komunikasi yang baik," tandasnya.
Sebelumnya, beredar nama-nama oknum anggota DPR yang diduga memeras Kementerian BUMN lewat alokasi anggaran. [yeh]
Berikut adalah inisial-inisial oknum anggota DPR dimaksud;
- AK, IM, SN, NW, BS (Golkar)
- PM, EV, CK (PDIP)
- AR, IR, SUR (PKS)
- FA (HANURA)
- ALM, NAS, (PAN)
- JA, SG, MJ (PD)
- MUZ (Gerindra)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar